Kadal Penuh Warna dari Pegunungan Andes

26 Feb

Spesies kadal yang ini ditemukan para peneliti di tempat yang aneh. Kadal berwarna cerah yang sangat menyukai air tersebut hidup di Pegunungan Andes, Peru, tempat yang tidak biasa untuk penemuan kadal karena cuacanya yang dingin.

Reptil tersebut dipanggil dengan nama latin Potamites montanicola. Ukuran tubuhnya hanya sekira 2,5 inci (6,4 centimeter), dari ujung hidung ke tubuh bagian belakangnya. Karena kadal tidak termasuk hewan berdarah panas, para ilmuwan kini sedang menduga-duga bagaimana mereka bisa bertahan hidup di lingkungan pegunungan.

Diwartakan Live Science, Jumat (24/2/2012), kadal yang baru ditemukan itu terbukti sulit dipahami. Pada Agustus 2010 silam, para peneliti menemukan satu ekor spesies di dekat sungai sebuah hutan di pegunungan. German Chavez yang memimpin penelitian langsung menyadari bahwa kadal kecil itu merupakan spesies baru, karena terlihat berbeda dari genus Potamites lainnya.

Penemuan itu mendorong semangat untuk segera menemukan lebih banyak specimen. Chavez dan rekan-rekannya pun mencari di ketinggian yang sama di hutan pegunungan antara 5.000 dan 7.000 kaki (1.570 dan 2.100 meter). Mereka berhasil menemukan lagi kadal tersebut sekira 64 kilometer jauhnya dari titik penemuan awal.

“Kami tidak menemukan satu pun pada siang hari, tapi saat malam, kami menemukan beberapa kadal, jantan dan betina, berlarian serta berenang di sungai. Itu adalah momen yang sangat menakjubkan untuk kami,” terang Chavez.

Namun apakah kadal tersebut memang aktif di malam hari atau tidak masih merupakan misteri. Menurut Chavez, pada malam hari suhu di pegunungan bisa turun mencapai 10 sampai 15 derajat celcius. Ini adalah suhu yang terlalu keras untuk hewan berdarah dingin.

Lingkungan hidup Potamites montanicola tersebut berada pada ketinggian sekira lebih dari 1000 meter, dan lebih dingin dari wilayah yang ditinggali sepupu terdekatnya.

“Reptil-reptil di sini sangat mengagumkan. Dan saya bisa membayangkan ada banyak tempat lain di Andes, yang mungkin saja jadi ditinggali oleh spesies baru lainnya,” kata Chavez.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: