Mengeluh itu Baik, Asalkan . . .

24 Apr

Pernahkah sobat blogger bertemu dengan seseorang yang selalu mengeluh?
Entah mengeluhkan pekerjaan, hubungan dengan pacar, atau hujan yang turun setiap hari.
Tengok saja jejaring sosial Anda, ada saja yang mengisi update statusnya dengan keluhan mengenai ini-itu.
Jika terlalu sering menghadapi keluhan semacam ini, tentu menyebalkan rasanya. Tapi tahukah Anda, mengeluh itu baik, lho.

Mengeluarkan keluhan, protes, dan unek-unek dapat menjadi sarana pereda emosi dan menghilangkan stress yang menumpuk di otak.
Rasa penat akibat stress dapat berkurang hanya dengan curhat bersama sahabat atau membaginya di laman jejaring sosial.

Orang yang selalu mengeluh pada dasarnya terbagi ke dalam dua kategori, yaitu orang yang mengeluh karena benar-benar berada di dalam masalah dan membutuhkan solusi, atau orang yang memang “hobi” mengeluh.
Untuk kategori pertama, Anda perlu mendengarkan baik-baik keluhannya dan membantunya mencari jalan keluar.

Namun tidak dengan orang-orang dalam kategori ke dua, karena mereka mengeluh bukan untuk meminta solusi, melainkan hanya sekedar melontarkan unek-unek (atau rewel?).
Tak ingin termasuk dalam kategori ke dua, kan? Berikut ini cara-cara yang baik dalam menyampaikan keluhan.

1. Sadari kondisi Anda
Terkadang saat dihimpit masalah, seseorang masih saja berkata, “Saya baik-baik saja,” untuk sekedar menghibur diri atau menjaga imej. Padahal hal ini berbahaya bagi mental Anda. Bagaimanapun, stress tidak akan hilang hanya dengan menghibur diri.

2. Kepada siapa harus mengeluh?
Pertama, kepada orang-orang terdekat Anda yang dapat membuat Anda tenang dan membantu mencarikan jalan keluar. Pasangan atau sahabat, misalnya. Kedua, kepada orang-orang yang berkaitan dengan keluhan Anda. Pusing dikejar deadline pekerjaan? Luangkan waktu untuk berbincang dengan atasan Anda dan sampaikan unek-unek Anda. Siapa tahu, si bos punya solusi alternatif bagi Anda.

3. Pilih waktu yang tepat
Mengeluhlah saat Anda pikir Anda memang perlu mengeluh. Hindari mengeluh setiap saat, karena Anda akan dicap menyebalkan dan “si tukang ngeluh”. Sebelum curhat, cobalah untuk melihat kondisi target curhat terlebih dulu. Apakah dia punya waktu luang untuk mendengarkan unek-unek Anda, atau jangan-jangan dia pun sedang kalut dan butuh tempat curhat?

dari Berbagai Sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: